Apa kiat terbaik untuk membuat portal yang sukses ?

Saya terus terang agak kuatir melihat kecenderungan yang ada sekarang ini agak jor-joran berusaha membuat portal Indonesia di Internet, bahkan sebagian dengan tujuan-tujuan untuk melakukan IPO sebagai salah satu strategi exit-nya.

Dari sisi teknologi, portal sebetulnya merupakan Web server yang tersambung ke Internet dengan berbagai fasilitas dasar pendukungnya seperti database, tempat / wadah deposit artikel dan paper. Memang pada beberapa portal dikembangkan teknik-teknik yang sedikit lebih eksotik dengan mengirimkan secara aktif informasi ke SMS, FAX maupun pager pelanggan-nya agar tanpa perlu mem-browse ke internet paling tidak overview dari informasi yang dibutuhkan dapat diterima dengan mudah oleh pengguna. Pada prinsip-nya sebetulnya tidak ada yang terlalu istimewa dari sisi teknologi.

Yang paling seru terutama dalam filosofi dibelakangnya yang memungkinkan untuk portal tersebut agar survive dalam kompetisi di dunia maya. Beberapa berusaha menggunakan hit-rate sebagai parameter untuk mengevaluasi tingkat ke sukses-an, terus terang saya kurang setuju. Filosofi di belakang portal saya rasa harus berpihak pada manusia yang mengakses portal – yang notabene umumnya berpendidikan, sangat suka jika dibedakan dengan orang lain, mempunyai karakteristik yang beda satu dengan lain. Berbeda 180 derajat dengan massa biasa yang sering kita lihat di jalan pada saat demo di depan MPR, massa tipe demontran ini biasanya lebih sering di identikan dengan sekelompok orang yang homogen, dari satu kelompok yang sama dan dapat di layani dengan cara yang sama, massal tanpa perlu membedakan satu orang dengan yang lain.

Keberhasilan mengumpulkan massa / komunitas di Internet akan menjadi kunci keberhasilan agar sebuah portal menjadi langgeng & survive dalam jangka panjang. Pada tingkat yang sederhana mungkin kemampuan menyajikan berita yang akurat & cepat akan menjadikan sebuah portal dinamis (tidak statis) akan menyebabkan pengguna menempel di portal tersebut. Tentunya informasi masih lebih banyak satu arah dengan meningkatkan effisiensi penayangan informasi.

Pada tingkat lanjut, harus di tambahkan pula beberapa hal penentu seperti mekanisme-mekanisme umpan balik dan partisipatif dari pengguna yang menyebabkan arus informasi lebih dua arah (interaktif). Talk show, diskusi akan menjadi bagian mendasar dari proses tranfer pengetahuan implicit / tacit yang jauh lebih menarik daripada informasi satu arah. Dalam prosesnya tentu penyelenggara portal harus pandai-pandai menangkap profil dari pengguna-nya, apakah dengan cara memberikan e-mail gratis, mengisi formulir dll dll – sehingga akan sangat membantu mengidentifikasi arah portal maupun justifikasi keberhasilan portal.

Pada tingkat yang lebih tinggi lagi, percepatan putaran juga dilakukan pada dokumen / artikel yang sifatnya lebih analisis yang lebih mendalam dalam pembahasan-nya tidak hanya berupa kumpulan berita saja. Dokumen / paper pengetahuan yang mendalam tersebut akan pada akhirnya menjadi dasar dari proses transfer pengetahuan eksplisit. Tentunya penayangan pengetahuan / analisis yang dilakukan harus bisa di personalisasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing pengguna.

Kesempatan masih banyak, karena setahu saya belum ada portal indonesia yang mencapai tahapan knowledge commerce yang saya jelaskan barusan. Sebagian besar portal masih berada di tingkat media online yang berkutat di percepatan transfer informasi belum sampai pada percepatan transfer pengetahuan. [Onno W. Purbo]


About this entry