Menoreh Kegetiran dengan Adam Air

Kesal itulah rasanya dan selalu terucak kata-kata brengsek buat Adam Air (lebih tepatnya oknum di Adam Air). Ceritanya, pada Sabtu tanggal 15 Juli 2006 aku ada jadwal ke Boyolali. Waktu itu berangkat hanya aku dan bu Ais. Nah dari Jakarta akan terbang dengan menggunakan Adam Air dengan tujuan Solo. Waktu akan checkin, ternyata udah closed tanpa pemberitahuan. Dan kursi sudah penuh (kata front office, mungkin manager front office kali yah ???). Padahal aku dateng 45 menit sebelum jadwal keberangkatan. Kesal juga rasanya. Padahal hari itu harus ke Boyolali.

Perkiraan seh, tiket sudah dijual dengan harga yang lebih tinggi ke calo-calo di bandara. Maklum aja hari itu merupakan hari terakhir liburan sekolah, jadi ramai banget dan banyak orang mau membayar lebih mahal untuk tiket tersebut. Menurut staff-staff bandara disana (bukan dari Adam Air tentunya), katanya seh Adam Air suka bikin aturan sendiri. Bayangin aja, Garuda aja batas checkin aja 30 menit, masak maskapai sekelas Adam Air buat aturan sendiri batas checkin 45 menit ? Sebel jadinya, jangan pernah lagi deh terbang dengan Adam Air kalau emang nggak kepaksa banget.

Akhirnya tanya kesana kemari untuk mencari tiket penerbangan ke Solo atau Yogya, pertama kali seh ke counter Mandala, sudah tidak tersedia tempat duduk, terus ada petugas yang akan membantu mencarikan tiket ke Solo atau Yogya. Tapi ditunggu lama belum dapet juga. Terus tanya ke counter Citilink atau Garuda, ada tiket tapi penerbangan siang, dan harganya juga lumayan mahal (buat ukuran ku loh ?). Tunggu menunggu akhirnya dapet juga, petugas di Citilink memberi tahu ada tempat duduk dengan harga yang lumayanlah (agak murah…), tapi harus cepat menuju terminal 2F, dengan menggunakan penerbangan Garuda dengan tujuan Yogyakarta. Walaupun buru-buru banget, waktu itu dicounter Garuda jam 07.30, terus jadwal penerbangan yang sudah dibooking 08.20, karena harus ke terminal 2F, cepet-cepet aja naik angkutan seadanya, kebetulan ada taksi tembak. Sampai juga di terminal 2F, walaupun harus membayar 25ribu dari terminal 1C ke 2F. Biasalah, taksi tembak bandara, memanfaatkan orang yang terburu-buru.

Ambil tiket, checkin, boarding…akhirnya bisa terbang juga ke Yogya. Sudah agak lega, akhirnya dapat terbang juga, walaupun ke Yogyakarta, yang jaraknya 1 jam lebih lama dibandingkan ke Solo dari Boyolali.

Ada hikmahnya juga, bisa merasakan kembali terbang dengan Garuda, dengan pelayanannya yang cukup bagus, suasana yang berbeda dibandingkan dengan penerbangan dengan pesawat lain. Banyak orang bulenya. Nggak berisik. Nggak bejubel. Dan yang pasti dapet makanan dan minum secukupnya. Walaupun hanya penerbangan 1 jam kurang. Tidak seperti salah satu maskapai, hanya dapat segelas air mineral .

Dan lagi, waktu akan landing di Bandara Adisucipto Yogyakarta, yang pas waktu itu masih terbang diatas awan. Wow…sungguh pemandangan yang menakjubkan. Sayang aku lupa bawa Digicam. Sehingga nggak bisa mengabadikan moment itu. Bayangin aja deh, terbang di atas awan, terus ada beberapa puncak gunung yang kelihatan menjulang diatas awan itu. Nyesel deh nggak bawa Digicam.

Akhirnya sampai juga di Yogya. Dijemput terus langsung ke pemda Boyolali. Dan langsung melaksanakan tugas yang perlu diselesaikan.

Ok deh…jangan sampai terbang dengan Adam Air kalau memang tidak terpaksa banget.

Smoga ada orang Adam Air yang membaca tulisan ini. Sehingga bias meningkatkan mutu layanannya. [hsGGE].


About this entry