Bersama sImDa ke Kabupaten RajaAmpat [I]

Kabupaten Raja Ampat terletak di Pulau Waigei, kurang lebih perjalanan dari Sorong memakan waktu 1,5 jam yang ditempuh dengan menggunakan speedboat ke arah timur laut. Sementara Sorong, terletak di di Papua, perjalanan udara kurang lebih 4  dari Cengkareng di Jakarta.

Tanggal 9 Januari 2007 pagi, kami berangkat dengan menggunakan pesawat Express Air dari Jakarta menuju ke Sorong yang akan singgah di Hasannudin di Makasar, boarding pukul 05.00 dini hari tepat. Barang bawaan kami berupa server dan komputer klien dianter langsung oleh Bos Visitech (Rustam) ke bandara Cengkareng. Thanks bos atas kerjasamanya. Kami ketemuan langsung di bandara. Proses checkin, dan lumayan juga pembayaran over bagasinya. Kami ke RajaAmpat dengan membawa 1 unit server dan 4 unit komputer klien titipan dari pemda yang nantinya akan digunakan untuk memperlancar penerapan sistem keuangan di pemda RajaAmpat.

Untuk di ketahui perjalanan ke RajaAmpat, dengan menggunakan pesawat hanya bisa sampai Sorong, dari Sorong selanjutnya menggunakan kapal cepat (speedboat). Waktu perjalanan lumayan lama, dimana Cengkareng ke Hasannudin ditempuh dalam waktu 2 jam 15 menit. Singgah di Hasannudin kurang lebih 25 menit. Perjalanan dari Hasannudin ke bandara Domino Eduard Osok di Sorong kurang lebih 2 jam. Dari Sorong menuju RajaAmpat kurang lebih 1,5 jam dengan menggunakan speedboat.

Sekitar pukul 12.00 WIT, kami sampai juga di bandara Domino Eduard Osok di Sorong. Kami kumpulkan barang-barang bawaan yang kami bawa yang dibantu oleh 2 porter bandara, totalnya ada 11 barang yang masuk bagasi. Lumayan banyak juga. Ini kali pertama membawa barang bawaan yang banyak dengan perjalanan yang lumayan jauh.

Setelah semuanya terkumpul, kami bawa ke hotel dengan menggunakan 3 mobil yang sudah dipersiapkan oleh teman-teman di Sorong. Setelah sampai di hotel langganan kalau ke Sorong, hotel Waigo, barang-barang server dan komputer klien kami titipkan di resepsionis.

Kami menuju kamar kami masing-masing, beristirahat sebentar, karena capek dan ngantuk setelah menempuh perjalanan yang panjang sejak pagi hari. Sorenya, kami naik ke lantai paling atas hotel, disana kami bisa memandang ke arah lautan. Karena memang hotel ini terletak dekat dengan pantai.

Seperti biasa kalau hari pertama di Sorong, kami makan malam di tempat yang mempunyai nama ”Tembok”, letaknya memang di pinggir pantai, dimana pembatas dengan pantai ada tembok panjang, disana banyak warung makan, dari masakan sederhana sampai dengan masakan laut. Yang pasti kami memesan masakan Kepiting.

Setelah selesai makan malam, kami kembali ke hotel, dan beristirahat, soalnya besok pagi rencananya berangkat dari Sorong jam 07.00 pagi ke RajaAmpat. Dipilih pagi-pagi untuk menghindari angin dan ombak yang besar.

Paginya, kami bersiap-siap untuk berangkat menuju pelabuhan. Karena adanya salah paham komunikasi, antara nahkoda kapal RajaAmpat dan kami. Setelah disusul ke pelabuhan, kami selanjutnya mengangkut barang-barang bawaan kami ke pelabuhan. Karena saling menunggu, akhirnya speedboat berangkat pukul 09.00.

Tepat pukul 09.00, speedboat mulai berangkat meninggalkan pelabuhan di Sorong. Sedikit demi sedikit laju speedboat mulai kencang. Rasanya seperti diombang-ambingkan gelombang. Jujur saja, ini kali pertama penulis naik speedboat, apalagi mengarungi samudra luas.

Selama perjalanan di speedboat, banyak pemandangan indah dilautan. Kami mencoba mengabadikan momen-momen ini selama di perjalanan.

Kurang lebih 1 jam 15 menit, akhirnya pulau Weigei dimana pusat pemerintahan kabupaten RajaAmpat mulai kelihatan. Pelabuhan yang terbuat dari kayu mulai kelihatan. Speedboat sudah mengurangi kecepatannya dan akhirnya merapat. Kami pun keluar, dan menaiki tangga di pelabuhan. Di pelabuhan sudah ada beberapa rekan dan staff pemda yang menunggu. Barang-barang bawaan kami dikeluarkan dari kapal, dan dibawa ke minibus yang sudah disiapkan oleh pemda.

Uh…ternyata di RajaAmpat udaranya panas sekali. (Bersambung…)


About this entry