Perjalanan ke Kabupaten Kepulauan Talaud…[Darat-Udara-Laut]. [Part V]

Keesokan harinya, Jum’at, 1 Desember 2006 kami sudah buat kesepakatan untuk bangun pagi, dan jalan-jalan pagi menikmati udara pantai, yang kebetulan tepat sekali di belakang penginapan. Menikmati udara pantai Talaud di pagi hari, tidak lupa kami mengabadikan pemandangan alam dan pantai. Beda dengan pantai-pantai di pulau Jawa, yang rata-rata berpasir hitam. Di Talaud ini pasirnya putih ke kuningan seperti karang, sehingga airnya kelihatan bening.

Oh ya, yang mau foto-foto pantai Talaud bisa request. Lumayan bisa buat wallpaper PC. Dan beberapa gambar udah aku upload, silahkan download.

Kurang lebih 30 menit kami jalan-jalan pagi di pasir pantai Talaud, banyak sekali keindahan yang kami saksikan. Dari pasir putihnya, beningnya air pantai, segarnya udara pagi, sampai teriknya matahari pagi. Kami menikmati pemandangan itu, apalagi ini kali pertama kami sampai di pulau yang hampir di perbatasan Indonesia dan Philipina. Kami tak bosan-bosan mengabadikan pemandangan laut dan awan langit.

Waktu jalan-jalan pagi di pasir pantai, kami sempat mengumpulkan beberapa batu karang yang kami anggap unik. Lumayan buat kenang-kenangan, bahwa kami pernah jalan-jalan di pasir pantai Talaud.

Lelah juga, lumayan buat olahraga pagi. Akhirnya, kami kembali ke hotel, karena hari ini kami harus ke kantor pemda. Mandi, kemudian sarapan. Waktu itu sarapan yang disediakan oleh pengelola penginapan adalah nasi goreng. Wou, ini baru nasi goreng yang kami rasa enak, kami tidak tahu bumbunya apa aja. Yang jelas mungkin karena menggunakan cabe khas Talaud, pedas tapi enak. Walaupun hanya ditemani dengan telur dadar.

Setelah sarapan, menunggu beberapa lama jemputan dari pemda, akhirnya kami berangkat ke kantor pemda Kepulauan Talaud. Sepertinya, udara di Talaud cukup panas, maklum, tanahnya berkapur.

Sesampainya di kantor pemda, kami mempersiapkan perangkat-perangkat yang diperlukan. Kami bongkar kardus server yang kami bawa dari Jakarta. Kami setting, install software-software pendukung untuk menjalankan aplikasi SIMDA. Dari SQL Server, Installan Aplikasi sampai dengan tool-tool pendukung lainnya seperti WinRar, Adobe Acrobat Reader. Waktu itu kami hanya menginstall 3 komputer untuk client saja.

Setelah install jaringan dan aplikasi, kami mencoba dan mengetest aplikasi yang telah kami instal. Dari penginputan data sampai dengan tampilan di report.

Siangnya, waktu makan siang, kami tidak makan siang di luar, tetapi bergabung dengan jamuan makan siang di lantai dua gedung bupati, tepatnya di depan ruangan kantor bupati. Saya sendiri sebelumnya tidak tahu dalam acara apa jamuan makan siang itu, tapi lambat laun dari tamu yang duduk bersebelahan. Acara jamuan makan siang ini dalam rangka Kuliah Umum Perdana Universitas Pertanian yang bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor, dan pelepasan dosen dan guru besar dari IPB.

Sehabis makan siang, kami menunggu sebentar, untuk bertemu dan melapor ke bupati Kepulauan Talaud. Ngobrol sebentar, dan kami kembali lagi ke ruang kerja kami untuk meneruskan pekerjaan yang belum selesai.

Kami kembali ke penginapan kurang lebih jam 7 malam. Mandi dan makan malam sebentar, tahu-tahu ada undangan untuk datang ke rumah …., kami sebetulnya tidak tahu dalam acara apa. Ternyata, ada acara nyanyi bersama, seperti karaoke keluarga.

Kami kembali ke penginapan, mungkin sudah larut, mungkin jam 12 an malem. Hari pertama di Kepulauan Talaud telah kami lalui. Karena sudah ngantuk dan lelah, kami istirahat. Dan tidak lupa, kami buat janji agar besok pagi jalan-jalan pagi lagi di pasir pantai. Yah, kapan lagi pagi-pagi bisa jalan-jalan di pasir pantai.

Paginya, 2 Desember 2006 hari Sabtu, kami bangun pagi lagi, buat jalan-jalan pagi di pasir pantai. Kami memutuskan jalan-jalannya berlawanan arah dari pagi kemarin, kami berjalan ke arah pelabuhan, kami kira pantainya seperti pagi kemarin yang ke arah kanan berlawanan dengan arah pelabuhan. Tetapi ternyata, pantainya banyak halangan, karena ada pelabuhan, tempat bersandar kapal/speedboat. Karena dirasa kurang bagus, kami kembali lagi dan berjalan ke arah seperti waktu pagi kemarin.

Kami foto-foto lagi pemandangan alam pantai. Indah nian. Sungguh indah ciptaan-Nya. Setelah puas memotret pemandangan alam lautan dan tidak lupa mengambil softvenir batu-batu karang buat di bawa ke Jakarta buat hiasan aquarium. Kami kembali ke penginapan, duduk sebentar sambil melihat-lihat kembali batu-batu karang yang telah kami kumpulkan.

Selesai mandi, kami lanjutkan dengan sarapan pagi. Nasi goreng. Lezat sekali, apalagi ditambah dengan telur dadar dan bumbu cabe Talaud yang pedas-pedas enak.

Setelah makan siang, kami menunggu jemputan untuk mengantar kami ke kantor pemda Talaud. Kami lakukan cek lagi komputer dan aplikasi yang telah kami instal kemarin. Asistensi dengan beberapa staf pemda untuk penginputan anggaran di aplikasi SIMDA.

Dirasa sudah cukup, kami bersiap-siap untuk menuju ke penginapan, mengemasi bawaan kami masing-masing, dan sekalian di bawa ke mobil. Karena direncanakan sehabis makan siang (walaupun sudah agak sore), kami akan langsung naik speedboat untuk menuju kapal yang akan mengantar kami pulang ke Manado.

Kami makan siang di sebuah rumah makan sederhana di dekat tempat tinggal Bupati Kepulauan Talaud. Yang paling ditunggu-tunggu kalau makan ditempat ini adalah masakan kuah asamnya. Lezat. Rumah makan nelayan saja kalah dengan masakan di rumah makan ini. Walaupun sangat sederhana tempatnya, tetapi masakannya sangat enak. Kalau sudah makan ditempat ini pasti akan ketagihan. Karena ditempat lain tidak akan ditemukan masakan yang rasanya seperti ini rumah makan ini.

Sambil menunggu speedboat yang akan membawa kami ke kapal. Kami foto-foto lagi pemandangan laut. Kebetulan rumah makan dan rumah bupati, terletak didekat pantai dan menghadap pantai.

Setelah urusan selesai, khususnya urusan biaya perjalanan, dan apalagi speedboat sudah datang. Kami berjabat tangan dengan staf-staf pemda yang tidak bisa ikut mengantar (walaupun ada beberapa pejabat pemda dan teman-teman perwakilan yang ikut mengantar di speedboat).

Akhirnya kami sudah berada di speedboat. Kami kira, kami langsung menuju ke kapal. Tetapi ternyata speedboat kami terlebih dahulu menuju ke Pulau Sara, sebuah pulau objeck wisata dimana pasir di pulau ini seperti bubuk susu. Tahu khan lembutnya bubuk susu ? Seperti itulah pasir di Pulau Sara ini, sampai-sampai untuk merasakan kelembutan dari pasir ini, kami lepas sandal kami. Kami berjalan tanpa alas kaki. Lembut sekali, baru pertama kali ini kami merasakan pasir yang lembutnya seperti bubuk susu.

Setelah berfoto-foto bersama dengan staf dan pejabat pemdan, dan juga dengan teman-teman perwakilan. Kami kembali ke speedboat untuk menuju ke kapal. Dari kabar angin, ada staf pemda yang menelepon nakoda kapal, bahwa kami akan naik ditengah laut, kapal dan speedboat bertemu di tengah laut. Kami serasa belum percaya, kalau akan naik ke kapal ditengah laut.

Bersambung….


About this entry