Perjalanan ke Kabupaten Kepulauan Talaud…[Darat-Udara-Laut]. [Part VI] – Tamat

Ternyata benar, kapal yang akan mengantar kami ke Manado keliahatan sudah berlayar dari pelabuhan Lirung. Pelan tapi pasti, kapal dan speedboat saling merapat ditengah laut, kami pun bersiap-siap untuk melompat dan masuk ke kapal melalui pintu bagian belakang. Yuppp yahhhhh. Kami sudah berada di kapal beserta barang bawaan kami. Didalam kapal orang-orang memandangi heran. Siapa ini, sampai-sampai naik di tengah laut. Anak Menteri kah ? Pejabat penting kah ??? Hahahahaha. Kami kemudian melampaikan tangan ke pengantar, sampai jumpa lagi. Smoga suatu saat kembali lagi mengunjungi Talaud.

Masih suasana keheranan dan nggak habis pikir. Kami menuju ke kamar di kapal yang telah dipesan dan dipersiapkan. Setelah kami mendapati kamar kami, kami duduk-duduk di dek kapal. Oh, ya sebelumnya ada masalah karena di kamar yang telah dipesan ada tas, ternyata tas itu punyannya penumpang lain yang nggak punya tiket kamar. Setelah urusan kamar selesai, yang diselesaikan oleh ABK kapal, kami duduk-duduk lagi di dek kapal menikmati pemandangan kepulauan dan lautan. Selamat tinggal Talaud. Keindahan, pemandangan alam lautanmu dan pengalaman naik kapal di tengah laut nggak akan kami lupakan. Sampai berjumpa lagi.

Lambat laun, Kepulauan Talaud semakin menjauh dan semakin tidak terlihat. Yang ada hanyalah pemadangan lautan. Bening mebiru. Matahari semakin rendah, matahari semakin tenggelam. Bertambah lagi kekaguman kami, bertambah lagi keindahan alam di lautan yang kami lihat. Matahari terbenam, kemerahan menyembur dari lautan. Dan kami tidak lupa mengabadikannya. Karena, belum tentu kami bisa melihat lagi pemandangan seperti ini.

Hari mulai gelap, kapal terus melaju menuju Manado, kapal ini lebih cepat berjalannya dibandingkan dengan kapal yang kami tumpangi waktu menuju ke Talaud. Semakin malam, yang terdengan hanya deru mesin kapal dan suara ombak lautan yang dibelah oleh kapal ini.

Sebelum berangkat tidur, kami pun makan malam dari bekal yang kami bawa dari penginapan di Talaud. Walaupun dari kapal juga mendapatkan jatah makan malam. Ngobrol didek kapal, sambil menikmati pemandangan dan udara lautan di malam hari.

Lama-lama ngantuk mulai merayap dimata kami, akhirnya kami berangkat untuk beristirahat dikamar kami masing-masing. Tidur terlelap setelah seharian menikmati pengalaman demi pengalaman. Pengalaman yang tidak akan kami lupakan. Pengalaman tugas di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Pagi mulai mendekat, jam sudah menunjukan pukul 5. Sholat subuh di kapal. Duduk-duduk lagi di dek kapal sambil menikmati ombak lautan, yang dibarengi bangunnya sang mentari. Segelas teh hangat akhirnya menemani kami menikmati pemandangan lautan. Sudah hampir sampai ke Manado. Sedikit demi sedikit mulai kelihatan daratan Manado, kapal-kapal nelayan mulai banyak kelihatan. Sedikit demi sedikit pula, kegembiraan terpancar dari wajah kami.

Tepat pukul 7 pagi, kapal yang membawa kami dari Talaud mulai merapat di pelabuhan di Manado. Pengawal yang menemani kami waktu berangkat, menjemput kami dan membawakan barang-barang kami untuk dibawa ke mobil. Karena tidak ada mobil jemputan, akhirnya kami menggunakan jasa taksi untuk menuju hotel Wisata.

Sesampainya di hotel, pesan kamar, menuju kamar. Dan menyegarkan badan dengan mengguyur badan dengan air hangat. Segar sekali, serasa lepas dari himpitan suasana. Karena perut lapar, kami pun sarapan pagi yang telah disediakan oleh hotel. Selesai sarapan, karena badan masih terasa capek, kami pun beristirahat sampai menjelang siang.

Siangnya kami makan siang menuju rumah makan Senayan yang ada makanan baksonya, karena siang-siang nikmat juga menyantap bakso. Ternyata, walaupun sudah sampai di Manado, masalah pun masih ada. Tiket yang sudah sejak kami berangkat sudah kami pesan, ternyata tidak di konfirm oleh pihak pemda Talaud yang sebelumnya menawarkan untuk meng-konfirm di agen langganan pemda (kebetulan lupa nama agennya). Otomatis tiket Garuda yang sudah kami booking, batal, karena sudah melewati batas konfirmasi yang telah ditentukan. Akhirnya kami pun mendapatkan tiket pulang dengan Lion atas jasa pak Pras. Lega sudah karena sudah mendapatkan tiket pulang untuk keesokan harinya.

Senin pagi tanggal 4 Desember 2006 jam 06.00 WIT, akhirnya kami bisa kembali ke Jakarta. Dan pukul 09.30 WIB kami tiba di bandara Cengkareng di Jakarta.

Pengalaman tugas di Kabupaten Kepulauan Talaud yang tidak akan kami lupakan. Sampai berjumpa lagi dengan pengalaman demi pengalaman ke daerah di pelosok Nusantara ini bersama SimDa. [MIH][Tamat]


About this entry